Hanya Rp 800.000 kirim se Indonesia sms saja 085311088734
Sejak Pidato Presiden Jokowi Umumkan Kenaikan BBM Mulai Tanggal 18
November 2014, harga BBM yang naik : Bensin Rp 8500/Liter, Solar Rp
7500/Liter, Harga BBM Mengalami Kenaikan Mulai Pukul 00.00 Tanggal 18
November 2014 itu merupakan pukulan berat bagi pegawai khususnya guru.
Dengan kenaikan BBM ini akan sangat mengganggu tugas dan kinerja guru di
lapangan.
Di l;ain pihak Pemerintah ingin agar kinerja pegawai meningkat sebagai
mana didengungkan Kementrian Pemnberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi , yang menuntut agar pegawai negeri sebagai aparatur negara
memiliki kinerja yang baik. Dan guru juga merupakan aparatur negara.
Hubungannya dengan kenaikan harga BBM ini adalah hal pendapatan gaji
yang semula telah diperhitungkan untuk transportasi kerja kini harus
melakukan revisi anggaran rumah tangga pegawai. Jika seorang guru
mengeluarkan Rp 10.000,- dalam 3 hari kerja dengan jarak dari rumah
kesekolah 5 km misalnya kini dengan uang sebesar itu hanya akan dapat
melaksanakan 2 hari perjalanan dari rumah ke sekolah. Di hari Guru ini
dengan melihat kenaikan BBM seakan 'hadiah' buat para guru untuk kembali
bersepeda lagi.
Ah memang aku ini "Oemar Bakri" begitu kata seorang guru menanggapi
kenaikan harga BBM ini. Rupanya pemerintah tak senang melihat Guru
sejahtera , katanya bersedih.
Tak ada cara lain untuk menyikapi kenaikan BBM bagi para guru ini
kecuali berhemat pendapatan. Salah satu hemat itu adalah dengan tidak
lagi menggunakan sepeda motor yang memerlukan bahan bakar bensin yang
kini mahal bensin tetapi kembali bersepeda .
Ya bersepeda cara penanggulangan dampak kenaikan BBM itu. Guru menyadari
bahwa kenaikan harga BBM ini mempengaruhi kenaikan barang-barang
kebutuhan pokok, namun demikian dengan bersepeda minimalnya terbantu .
Anggaran keluarga untuk transportasi kerja kita alihkan untuk memenuhi
kebutuhan keluarga yang ikutan naik . (Rg Bagus warsono, 23-11-2014)