TEKS KAYUH SEPEDA ONTHEL

/
Generator at TextSpace.net/

Rabu, 25 Maret 2015

Klipping Koran , Sepeda kono, Ponorogo Tempatnya Sepeda Onthel Kuno

Ponorogo Tempatnya Sepeda Onthel Kuno


Ilustrasi sepeda tua melakukan parade
TRIBUNNEWS.COM,PONOROGO - Komunitas sepeda unta (kuno/tua) saat ini kian menjamur.

Harga sepeda onthel kuno pun melambung tinggi.

Sepeda kuno (unta) memang paling banyak ditemukan di Ponorogo. Kendati demikian, sepeda kuno yang kini mulai dikembangkan geliatnya melalui berbagai komunitas sepeda kuno itu, memiliki seni perburuan tersendiri.

Pangsa pasar sepeda kuno (tua) itu mulai seharga Rp 3 juta sampai Rp 6 juta, seperti yang ada di Pasar Sepeda Onthel di JL Pahlawan, Kota Ponorogo.

Bahkan ada sepeda milik kolektar dibandrol Rp 50- Rp 60 juta.

Untuk sepeda kuno di pasaran itu, harganya jauh dibawah harga sepeda di tangan kolektor karena faktor keasliannya (original) seluruh onderdilnya.

Apalagi, sepeda kuno itu keluaran sebelum Tahun 1945 atau Kemerdekaan Indonesia.

"Sepeda kuno ini harganya ditentukan keaslian, tahun pembuatan, serta mereknya. Kalau yang kami jual di pasar ini hanya seharga Rp 3 juta sampai Rp 6 juta, kan tidak original semuanya," terang Sholikin (55) kepada Surya (Tribunnews.com Network) , Selasa (10/6/2014).

Lebih jauh warga Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo yang membuka stan penjualan sepeda kuno di Pasar Sepeda di JL Pahlawan, Kota Ponorogo menguraikan, untuk sepeda kuno yang paling banyak diminati pembeli adalah merek Gazele, Humber, Religh, Fongres, Begos, Batavus, dan Simplex.

Akan tetapi, semua yang asli rata-rata sudah ada di tangan para kolektor sepeda kuno.

Salah satunya milik kolektor warga JL Jenderal Sudirman, Ponorogo, Mbah Domo yang rumahnya berdekatan dengan gedung DPD Golkar Kabupaten Ponorogo.

"Di Ponorogo yang paling mahal sepeda milik Mbah Domo. Beliau memiliki puluhan sepeda Gazele asli keluaran Belanda. Itu pusat kolektor Gazele atau kolektor asal Dusun Ngumbul, Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun itu ditawar Rp 60 juta saja tidak diberikan," katanya.


"Semua masih original. Bahkan bannya masih original. Kalau kontes ban yang ori dipasang tetapi kalau dipakai harian ban diganti yang biasa," imbuhnya.

Sedangkan kolektor sepeda kuno lainnya ada di Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo memiliki unsur keaslian yang sama dengan kolektor lainnya.

"Saya hanya menunjukkan pada calon pembeli, jika mereka memburu sepeda kuno yang benar-benar asli. Karena sepeda yang saja jual ini tidak ada yang keluaran Tahun 1945. Makanya, kalau ada pembeli saya sarankan ke para kolektor itu," ucapnya.

Selama ini, kata bapak 3 anak yang sudah menyelesaikan semua perkuliahannya itu menguraikan sepeda kuno di Ponorogo memang banyak diburu kolektor dari Magetan, Kediri, Blitar, Tulungagung, Malang, Bali, serta Sragen dan Yogyakarta, Jawa Tengah.

Hal ini disebabkan saat jaman penjajahan peredaran sepeda kuno di Ponorogo terbanyak se Jawa Timur.

"Kolektor Malang dan Bali itu memburu merek tertentu. Pasar sepeda Ponorogo merupakan Pasar sepeda terbesar se Propinsi Jawa Timur. Makanya dikenal kolektor Bali yang khusus mencari merek Humber dan Simplex. Sedangkan kolektor Malang yang dicari merek Simplex," ungkapnya.

Selama ini, kata Solikhin yang sudah bertemu puluhan kolektor sepeda kuno dari berbagai kota dan provinsi ini menguraikan, jika tak dijual dengan harga Rp 20 juta sampai 60 juta, biasanya kolektor ditawari barter oleh calon pembeli sepeda kunonya.

Yakni dijual tukar Motor Honda Vario baru atau bahkan ditukar dengan mobil gaul seharga Rp 60 jutaan.

"Sepeda kuno ditangan kolektor itu termurah Rp 20 juta hingga tak terbatas harganya, tinggal minat dan selera pembeli. Selama ini sudah sering sepeda dibarter dengan mobil atau motor, pokoknya harganya disesuaikan karena memang masih asli," urainya.

Klipping Koran, lesu penjualan sepeda onthel

TRIBUNNEWS.COM,PONOROGO - Pasar Sepeda Onthel untuk kalangan pelajar tergolong masih sepi.

Kendati saat ini memasuki musim menjelang pendaftaran sekolah bagi kalangan pelajar setingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Salah satunya disebabkan tidak adanya larangan bagi kalangan pelajar mulai setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga SMA menggunakan sepeda motor untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kondisi sepinya penjualan sepeda onthel sejak memasuki masa pendaftaran sekolah itu, seperti yang dirasakan dan dialami sejumlah pedagang sepeda onthel bekas dan baru di sentra penjualan sepeda onthel di JL Pahlawan, Kota Ponorogo.

Kliping Koran , Kegiatan Sepeda Onthel


Pasar Sepeda Onthel di Ponorogo Masih Lesu


TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sejumlah sepeda onthel dipamerkan dalam pameran sepeda bertema De Oude Fiets : 116 Tahun Sepeda Mewarnai Indonesia di Bentara Budaya, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2011). Pameran yang akan berlangsung hingga 16 Juli 2011 ini memamerkan sejumlah sepeda onthel dari sejumlah negara seperti Flater dari Jerman, Gazelle dan Simplek Belanda, Derby Belgia, dan Union dari Amerika Serikat. (tribunnews/herudin)

Jumat, 05 Desember 2014

GAZELLE no seri 96874 DIJUAL SECEPATNYA HUB. SMS 085311088734 PUNYA PAK GURU (sudah terjual)

sadel; Terry dengan tas sadel
 No rangka 96874
 Enak dan ringan dikayuh
Emblem asli dan spakbor asli dibawah emblem tertera Gazelle ketrokan pabriknya

GAZELLE ORI DIJUAL SECEPATNYA HUB. SMS 085311088734 (sudah Terjual)

Berko BOSS, Emblem Asli , di Rangka bawah emblem tertulis Gazelle


 Sadel Terry . Tas sadel onthel,
 Lampu belakang dengan spakbord ori
 Emblem asli dengan tulisan gazelle ori yang diketrok dari pabriknya pada rangka depan
 Dinamo yang baik
Berko Bos yang masih menyala
Berminat huib. sms 085311088734
atau datang langsung ke jl. Tulip Merah 6 Perumahan Citra Dharma Ayu (Cidhayu) pak guru Masagus

Minggu, 23 November 2014

Di Hari Guru Ini Pak Guru dan Bu Guru Kembali Bersepeda Lagi

                                      Hanya Rp 800.000 kirim se Indonesia sms saja 085311088734

Sejak Pidato Presiden Jokowi Umumkan Kenaikan BBM Mulai Tanggal 18 November 2014, harga BBM yang naik : Bensin Rp 8500/Liter, Solar Rp 7500/Liter, Harga BBM Mengalami Kenaikan Mulai Pukul 00.00 Tanggal 18 November 2014 itu merupakan pukulan berat bagi pegawai  khususnya guru. Dengan kenaikan BBM ini akan sangat mengganggu tugas dan kinerja guru di lapangan.
Di l;ain pihak Pemerintah ingin agar kinerja pegawai meningkat sebagai mana didengungkan Kementrian Pemnberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi , yang menuntut agar pegawai negeri sebagai aparatur negara memiliki kinerja yang baik. Dan guru juga merupakan aparatur negara.
Hubungannya dengan kenaikan harga BBM ini adalah hal pendapatan gaji yang semula telah diperhitungkan untuk transportasi kerja kini harus melakukan revisi anggaran rumah tangga pegawai. Jika seorang guru mengeluarkan Rp 10.000,- dalam 3 hari kerja dengan jarak dari rumah kesekolah 5 km misalnya kini dengan uang sebesar itu hanya akan dapat melaksanakan 2 hari perjalanan dari rumah ke sekolah. Di hari Guru ini dengan melihat kenaikan BBM seakan 'hadiah' buat para guru untuk kembali bersepeda lagi.
Ah memang aku ini "Oemar Bakri" begitu kata seorang guru menanggapi kenaikan harga BBM ini. Rupanya pemerintah tak senang melihat Guru sejahtera , katanya bersedih.
Tak ada cara lain untuk menyikapi kenaikan BBM bagi para guru ini kecuali berhemat pendapatan. Salah satu hemat itu adalah dengan tidak lagi menggunakan sepeda motor yang memerlukan bahan bakar bensin yang kini mahal bensin  tetapi kembali bersepeda .
Ya bersepeda cara penanggulangan dampak kenaikan BBM itu. Guru menyadari bahwa kenaikan harga BBM ini mempengaruhi kenaikan barang-barang kebutuhan pokok, namun demikian dengan bersepeda minimalnya terbantu . Anggaran keluarga untuk transportasi kerja kita alihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang ikutan naik . (Rg Bagus warsono, 23-11-2014)

Rabu, 12 November 2014