TEKS KAYUH SEPEDA ONTHEL

/
Generator at TextSpace.net/

Sabtu, 12 Mei 2012

HATI HATI EMBLEM PALSU DAN EMBLEM ASLI

Mengenali Onthel orisinil 1
oleh:masagus
Seringkali kita jumpai sepeda onthel sangat sempurna. Yang dilihat pertamakali biasanya cap atau emblem atau merk sepeda itu. Eblem menjadi peratian utama karena letaknya di depan di samping itu (kini pandangan oran teradap sepeda onthel) menilai mutu sebuah sepeda menurut pandangan konsumen.
     Mutu sepeda onthel sebetulnya semua merek juga baik, bahkan sepeda onthel rakitan tanpa merk bikinan Surabaya atau Tegal juga bermutu tinggi. Standarisasi mutu saat diproduknya sepeda onthel dulu  hanya dimiliki oleh perusahaan masing-masing. Tidak seperti sekarang ada banyak perusaaan yang bererak khusus menguji mutu produksi seperti ISO 2000, SUCOFINDO dan lain-lain.
    Merk onthel bermakna apabila konsumen pemakai meyakini produk merk itu dirasakan membanggakan. Jadi mutu sepeda onthel tergantung penilaian konsumen pemakainya.
     Namun demikian kita tetap harus dapat mengenali sebuah sepeda onthel,  yang
pada tulisan ini kita bahas, denan tujuan utuk membantu onthelis pemula kita sebagai wawasan seorang onthelis.
    Emblem palsu atau imitasi atau replika, atau tempelan dari merk sepeda lain akan jelas terliat dari :
1. Paku tempel emblem dan lubang paku emblem
2. Bahan emblem
3. Ukiran lambang atau tulisan emblem
4. Struktur sepeda dan emblembya.

Kamis, 10 Mei 2012

NIKAH DI INDRAMAYU TH 70-80-AN RAME-RAME KE BALAI NIKAH BERSEPEDA ONTHEL

INILAH sejarah di masa lalu di Indramayu, tepatnya tahun  70-80an dimana orang mau menikah kebanyakan di Balai Nikah Departemen Agama Indramayu. Ketika itu hanya ada 2 Balai Nikah yakni di Indramayu dan di Kandanghaur. Mereka , pasangan yang hendak menikah diharuskan datang lansung di Balai Nikah. Sebab di tempat itula sang Naib mengawinkan pasangan calon pengantin. Anehnya mungkin sudah menjadi budaya, pasangan penantin itu datang dari desa desa bersama sama ke Balai Nikah  sesuai dengan hari yang biasa digunakan untuk menikahkan oran yaitu ari yang ditetapkan oleh Kantor Depag setempat. Jadilah calon pasangan pengantin itu datang berbondong-bondong ke Balai Nikah. Dan anenya mereka datang denan menggunakan sepeda onthel dan berpasang pasangan. Terliat senyum di wajah mereka karena hendak resmi sebaai suami istri, namun ada juga yang perempuan dibonceng lebai (lebe) , nah untuk yang satu ini cirinya mereka hendak bercerai. Karena di gedung Balai Nikah bukan mengawinkan saja tetapi ada juga yang bercerai. 

PAK SUGENG DAN TAS KULIT SEPEDA ONTHEL

GURU zaman doeloe memang patut dijadikan contoh, terutama hal tentang idup hemat namun tampil berengsi. Pak Sugeng yang menjelang pensiun itu tampil bersaaja. Namun ia tergolong maju dan hidup efektif dan efesien. Pertama ia memilih kendaraan yang terbaik, yaitu sepeda bermerk terkenal yakni merk Hercules buatan Inggris. Kemudian memilih tas kerja dari kulit , sepatu kulit juga pilih merk Bata yang kuat, baju pilih merk Alisan.
    Jika guru yang lain salam 2 tahun sudah ganti sepeda, ganti tas, ganti sepatu, tapi Pak Sugeng hingga menjelang pensiun ga pernah ganti sepeda dan ganti tas. Baju tetep kelatan rapih dan berkualitas meski sudah terolong model lama.  Lebih aneh lagi,  sepatu baru 4 kali ganti selama jadi guru, itu juga tetap merk yang sama. Luar biasa ya? guru zaman doeloe.

GURU MUDA ITU PAKAI SEPEDA ONTHEL MERK REALIGH

CEK CEK CEK ... begitu suara sebuah sepeda memasuki halaman sekolah dasar. Bu Sri, yang sudah datang duluan di sekolah menarik horden jendela kelas mengintip Pak Prasojo yang memasuki halaman sampai memarkir sepeda ontelnya. hatinya gembira bercampur harap. Meski Bu Sri punya sepeda onthel juga, namun jika di bonceng Pak Prasojo gak akan nolak. Pasalnya bukan hanya karena Pak Prasojo ganteng dan keren, tetapi sepedanya itu lho.

Sabtu, 05 Mei 2012

SEPEDA ONTHEL BERGIGI (LEBIH DARI SATU SPED) DAN TIDAK BERGIGI

Seorang onthelis menanyakan tentang awal sepeda onthel di Indonesia apakah semua menggunakan partseneling (gigi/ sped) apa tidak? Sebetulnya sepeda onthel yang menggunakan partseneling  datang belakangan, di Indonesia mulai awal 70-an.
      Sedang sepeda onthel dengan satu sped jauh sebelum itu, masa penjajaan Belanda dulu. Di Hindia Belanda (Indonesia) orang belandanya juga lebih suka mengunakan kuda atau delman/andong/dokar sebagai kendaraan. Ketika sepeda onthel mulai populair,  barulah mereka menggunakan sepeda onthel dan memproduksinya.
      Perkembangan sepeda onthel pun kian maju ketika mereka berfikir bagaimana agar ringan dikayuh walau di jalan yang penuh tanjakan. Alhi mekanik mengatakan bahwa semakin kecil gir pemutar benda semakin berat memutar benda itu namun semakin panjang jankauan putar , dan sebaliknya semakin besar gir pemutar benda semakin ringan memutar benda itu namun semakin pendek jangkauan putar. Maka untuk mengatur sesuai denan kebuhtuannya sibuat partseneling.

Kamis, 03 Mei 2012

MILIKI SEPEDA ONTHEL HUMBER SEBAGAI LAMBANG PRIYAYI

Sebagaimana dulu di zamannya di Negri Britaniaraya/Enland/Inggris sono, humber dipakai kalangan bangsawan atau ningrat kerajaan. Di Indonesia pun demikian adanya.Humber kebanyakan dimiliki ole kalangan ningrat Jawa. Mereka yang memiliki adalah para ningrat dan pegawai negeri saja.
   Di Jawa umumnya Humber dimiliki para pegawai negeri seperti Wedana, Mantri Polisi, Mantri Guru, dan Mandor Pabrik. Mereka menganggap memiliki humber sebagai lambang keningratan bahwa dirinya adalah keluarga keraton.
    Beda dengan di daerah Tegal, Pekalongan, Brebes, Batang, Pemalang samapi Semarang, para pegawai negeri justru lebih banyak menggunakan sepeda merk Raliegh, ketibang merk Humber. Sepeda merk Humber justru kebanyakan dipakai oleh para petani/saudagar Bawang yang kaya raya.Ini munkin sajadi karenakan pada saat itu harga sepeda Raliegh harganya dibawah harga sepeda merk humber pada saat itu, sehingga terjangkau para pegawai negeri.
   Namun demikian humber merupakan idaman siapa saja masyarakat Indonesia pada saat itu.